Adakah korelasi karakter siswa SMA dengan pekerjaan mereka setelah dewasa?

       Beberapa minggu ini saya sering membaca topik-topik yang berhubungan dengan pengenalan diri, seperti misalnya bagaimana menemukan passion diri. Karena memang sampai saat ini sepertinya apa yang sudah dan sedang saya kerjakan kok kayanya saya kurang senang atau kurang happy. Kalau ditanya tentang apa cita-cita kita dahulu waktu masih kecil tentu saja apa yang kita jawab dulu sangat variatif. Kita akan menjawab seperti pilot, presiden, tentara, dokter, dan profesi-profesi populer lainnya. Saat SD jawaban saya adalah ABRI dan penulis, mungkin sedikit lucu tetapi saya juga sudah lupa apa yang ada dibenak saya saat itu. Ternyata ada satu hal yang sering saya lakukan tapi saya tidak menyadarinya, saya suka sekali memperhatikan karakter orang-orang disekitar saya. Saya suka mengamati perilaku satu orang dan membandingkannya dengan orang lainnya, bahkan saya menemukan beberapa kesamaan antara beberapa orang yang pernah saya temui. Saya sadar bahwa yang saya lakukan bukan hal yang biasa dilakukan teman-teman saya, hanya saja saya tidak tahu sejak awal akan hal itu. Seandainya tahu dari awal mungkin saya akan lebih memilih fakultas psikologi daripada fakultas teknik yang sekarang ini sedang saya geluti.

         Tadi malam saya iseng membongkar file-file lama, tepatnya foto-foto saat saya sekolah di SMK dahulu. Foto-foto tersebut diambil saat kita piknik bersama ke Bali pada tahun 2005. Saya perhatikan kembali foto-foto yang masih terkumpul dalam satu folder itu satu per satu. Banyak wajah-wajah yang tidak asing saya lihat, hanya saja beberapa saya tidak ingat namanya. Di setiap wajah di foto tersebut saya mencoba mengingat karakter dan perilakunya. Sambil tersenyum tanpa sadar saya mulai mengingat teman-teman saya itu, ternyata kangen juga dengan mereka. Sudah sembilan tahun berlalu, tidak terasa sekarang kita semua sudah memiliki kehidupan masing-masing.

"ting tung....": tiba-tiba terdengar suara notifikasi dari facebook, kebetulan speaker saya memang volumenya cukup keras saat itu.

Belum selesai saya melihat semua foto karena ada notifikasi maka saya tinggalkan dulu foto-foto tersebut. Kemudian saya membuka facebook dan melihat notifikasi yang ternyata ada komentar masuk di salah satu foto saya di facebook. Dari membuka facebook tersebut kemudian ada inisiatif untuk melihat facebook teman-teman saya yang ada di foto tadi alias teman-teman SMK saya. Anehnya memang kita jarang berkomunikasi menggunakan facebook, meskipun beberapa diantaranya ada di friendlist saya. Mulai saya lihat profile mereka, kemudian saya mencoba mengingat dan menghubungkan dengan mereka sembilan tahun lalu. Ternyata dari profesi-profesi yang mereka geluti sekarang cukup bervariatif. Kemudian terbesit pikiran di kepala saya, ada ngga seh hubungan atau korelasi karakter teman-teman saya ini saat masih SMK dengan profesinya sekarang? Ada beberapa guru yang mengatakan bahwa biasanya yang sukses itu justru bukan dari yang pinter, ada juga yang mengatakan yang sukses biasanya adalah mereka yang saat di sekolah justru mereka yang bandel begitu. Nah setelah ini akan saya coba ulas beberapa teman saya yang ada foto-foto tersebut, lalu apa pekerjaan mereka sekarang. Owh iya nama SMK kita adalah SMK St. Mikael Surakarta mungkin sobat-sobat ada yang pernah dengar, karena sepertinya tidak terlalu terkenal. Dari ulasan tersebut sobat-sobat pembaca juga bisa menilai mana yang termasuk sukses dan mana yang bukan hehehe....

Gambar 1
Sedikit ulasan untuk gambar 1,
(1) Budi
Budi adalah siswa terpandai di kelas kami, hampir semua semester dia mendapat ranking satu. Prestasi akademik yang sangat keren menurut saya. Dia tipe anak yang rajin dan tekun, bahkan seorang muslim yang sangat taat yang tidak pernah melewatkan jam sholat dan selalu rutin membaca Al-Quran sesudah magrib. Tipe anak yang menyenangkan di luar kelas, kalem, ramah, dan santun pada teman-temannya yang lain. Di dalam kelas Budi bisa berubah, layaknya super-seiya dragonball hehehe... Saat di dalam kelas dia jadi sangat serius, duduk di meja paling depan atau kadang baris kedua, dan jangan berharap untuk mengajaknya becanda atau sekedar ngobrol saat pelajaran sedang berlangsung. Dia terkenal pelit saat ujian, banyak teman-teman yang mengatakannya, kecuali saya tentunya karena saya tergolong dekat dengannya dan saya tidak pernah berambisi untuk nyontek.

Setahu saya setelah lulus SMK dia melanjutkan ke ATMI solo, setelah itu saya tidak tahu apa yang dia kerjakan karena kami tidak pernah bertemu. Dari facebooknya, sekarang dia bekerja di Jasindo, salah satu perusahaan BUMN. Menurut saya cocok sekali pekerjaan itu untuknya, meskipun saya tidak tahu dia di posisi apa di sana. Saya yakin dia akan menjadi pegawai teladan melihat karakternya sembilan tahun lalu. Meskipun menurut saya orang seperti dia ini akan sangat bagus jika mau menjadi ilmuan, karena jarang sekali orang yang mempunyai ketertarikan tinggi terhadap pengetahuan seperti dia.

(2) Dedi
Dalam hal akademis Dedi adalah rival Budi, mereka sama-sama cerdas. Ada tiga orang yang bersaing ketat di posisi tertinggi di kelas kami, yaitu Budi, Dedi, dan Ridwan. Ridwan yang beberapa kali menggulingkan Budi dari peringkat tertinggi, sedangkan Dedi seringnya di urutan ketiga. Dedi adalah orang yang sederhana, ramah, sopan, dan banyak teman. Dia adalah tipe pejuang yang rendah hati, hidup dari keluarga biasa berbeda dengan teman-teman kita yang lain yang kebanyakan adalah keluarga berduit. Dedi pandai bergaul, dia bergaul dengan semua kalangan dikelas kita. Tentu saja kita tahu, ada banyak kalangan saat kita sekolah bukan? kalangan anak malas, anak yang suka merokok, anak olahraga, dan jenis kalangan lainnya. Yang membuatnya beda dengan Budi adalah saat ujian dia tidak akan pelit untuk memberikan contekan.

Setelah lulus SMK tahun 2005 dia bekerja di PT.PAMA di kalimantan. Pada awal masuk PT.PAMA dia bekerja sebagai driver. Driver disana adalah mereka yang mengemudikan alat berat, seperti misalnya truk-truk dengan ban yang diameternya diatas 3 meter. Hingga saat ini dia masih bekerja disana dan sudah sukses. Terakhir saya berkunjung ke rumahnya di daerah solo, belum ada setahun sepertinya. Dia sudah berkeluarga, membangun rumah, dan membiayai kuliah adik dan istrinya. Sungguh mulia temanku yang satu ini. Dari facebooknya sekarang sepertinya dia menyukai fotografi, banyak hasil foto-fotonya yang di posting di facebook, tentu saja dengan kamera mahal miliknya hehehe...

(3) Dimitri
Dimitri berasal dari keluarga berduit, ayahnya sangat terkenal di sekolah kami. Hampir semua guru kenal dengan ayahnya Dimitri. Anak orang kaya yang diatur dengan sangat ketat, orangtuanya sangat disiplin. Meskipun anak orang kaya dia hanya menggunakan vespa saat ke sekolah. Sebenarnya dia anak yang sangat bersahaja dan suka nongkrong bersama teman-teman yang lain tentunya. Hanya saja sepertinya dia sangat takut melanggar aturan keluarga, seperti harus pulang tepat waktu, harus les ini les itu, dan lain sebagainya. Urusan prestasi nilainya juga baik, setidaknya dia adalah lima besar di kelas kami. Dia tipe anak yang suka becanda, bahkan terkesan rame dikelas alias noicy boy, menyenangkan dan easy going. Dia juga penggemar game, dulu dia sangat jago main counterstrike. Kadang saya merasa kasihan dengan dia, dari kacamata saya dia seperti burung disangkar emas hehehe... Dia harus berbohong pada ortunya saat mau bermain game bersama di gamenet, bermain basket, atau kegiatan-kegiatan menyenangkan lainnya. Dan terakhir saya dengar saat dia kuliah di ATMI solo dia pernah mendapat surat peringatan karena mbolos main game online. Meskipun demikian pendidikan keras ortunya tersebut ada hasilnya, itu yang membedakan Dimitri dengan teman-teman yang lain. Dia salah satu anak yang jago bahasa inggris sembilan tahun lalu, bahkan dia sudah fasih berbahasa inggris sebelum dia lulus SMK. Meskipun suka rame dikelas menurut saya dia adalah orang yang sangat komunikatif, modal yang sangat bagus di dunia kerja.

Lulus SMK dia melanjutkan sekolah di ATMI solo, tiga tahun kemudian setelah lulus dia langsung bekerja di salah satu perusahaan tambang minyak besar Schlumberger. Hingga kini dia masih bekerja disana, dengan posisi yang sudah keren pula dan jangan tanya berapa penghasilannya sekarang. Saya rasa karakter disiplin dan taat pada peraturan keluarganya adalah salah satu kunci suksesnya di pekerjaan hingga saat ini. Owh iya karena kami sama-sama penggemar game online, maka kami masih sering bermain di satu server.

(4)Sulaiman
Sulaiman berasal dari Klaten, dia kos saat sekolah SMK dulu. Sulaiman adalah anak yang pendiam, kalem, sopan, dan menyenangkan. Mungkin karena sifatnya itu kos-nya selalu penuh, kita sering menggunakan kos-nya untuk tempat berkumpul. Buat yang perokok bisa merokok bebas di kos Sulaiman, hampir semua orang pernah ke kosnya. Dulu kita sering mengadakan pertandingan sepakbola antar kelas bahkan kadang antar sekolah, dan biasanya kita adain taruhan pada pertandingan itu. Sebelum pertandingan kita biasanya melakukan koordinasi di kosnya. Meskipun pendiam karena dia sangat kooperatif sehingga teman-teman segan dengannya. Dia dihormati oleh teman-teman, dulu saya berfikir sepertinya cocok nih anak kalau jadi kepala desa atau semacamnya hahaha....Saya tidak tahu lagi kegiatannya setelah lulus SMK, dan hingga kini saya belum dapat kabar tentang dia dan kehidupannya termasuk pekerjaannya.

Gambar 2

Berikut ulasan gambar 2,
(5) Adit
Dia adalah teman semeja saya dan teman yang paling dekat yang saya ingat. Dia adalah anak yang sangat ekspresif, kalau dulu kita bilang banyak gaya hehehe....tapi sebenarnya kalau istilah sekarang fashionable mungkin tepatnya. Dari cara berpakaian sampai motornya selalu aneh-aneh, bahkan modifikasi motornya sempat masuk sebuah majalah otomotif loh. Dia menyukai warna menyala, lihat aja di gambar 2 dia menggunakan baju dengan warna kuning. Menurut beberapa sumber orang yang menyukai warna menyala artinya adalah suka menjadi pusat perhatian dan menurut saya sepertinya ada benarnya. Selain fashionable adit juga sangat menyukai olahraga, biasanya kita dulu suka fitnes di gym, main sepakbola, dan basket. Kita sering kemana-mana berdua, karena saya anak kos dan ngga punya motor maka saya sering diantar adit saat pulang sekolah. Kalau bermain sepakbola dia biasa sebagai striker, berbeda dengan saya yang biasanya jadi gelandang dan dapet spesialisasi freekick. Dia juga cukup jago bermain basket, dan sepertinya memang dia hampir bisa di seluruh cabang olahraga. Setelah lulus SMK dia kuliah di ATMI solo, kemudian bekerja disalah satu perusahaan manufaktur di solo. Hingga sekarang saya belum pernah ketemu dengannya lagi, beberapa tahun lalu kita sempat ngobrol melalui SMS. Dari karakternya sebenarnya dia sangat berbakat di bidang desain, atau mungkin juga jadi seorang aktor hehehe...sayang mungkin dia belum mengeksplor dirinya sejauh itu.

(6) Sugriwo
Nama aslinya bukan Sugriwo, karena saya lupa maka saya tulis nama panggilannya saat di sekolah dulu. Dia tipe anak standar, tidak ada yang menonjol menurut saya. Bahkan dulu tidak jarang jadi bahan buli teman-teman dikelas. Tipe anak yang easy going, namun tidak terlalu kuat karakternya. Saya tidak tahu lagi kabarnya, karena memang sudah tidak pernah bertemu lagi. Menurut saya orang seperti ini cocok sekali menjadi pekerja kantoran, karena tidak neko-neko dan lempeng-lempeng aja.

(7) Aryo
Dia tinggal bersama neneknya di daerah deket sekolahan. Tempat tinggalnya itu juga dekat dengan lapangan sepakbola, mungkin karena itu dia jadi jagoan sepakbola di kelas kami. Dulu saya pernah bareng dia masuk ekstrakulikuler beladiri kempo, tapi saya keluar pas mau ujian sabuk hijau, dan sepertinya dia lanjut hingga sabuk biru. Di sepakbola dia sangat jago dribble, larinya kencang, dan staminanya bagus alias nafasnya panjang. Tidak hanya disekolah, dia juga sering jadi pemain bayaran sepakbola tarkam. Biasanya dia bermain di posisi bek atau sayap kiri (DL/ML), karena memang dia kidal jadi tendangannya kuat di kaki kiri.
Dia tipe anak yang menyenangkan, pandai bergaul, dan romantis mungkin karena sering membicarakan cewe kalau ngobrol dengannya. Sayangnya saya tidak pernah bertemu lagi dengannya hingga saat ini. Mungkin kalau dulu dia serius di sepakbola dan ada yang membimbing sekarang bisa menjadi pemain profesional.

(8) Bayu
Bayu adalah salah satu pemain timnas basket disekolah kami, jadi wajar kl dia gampang dapet cewe saat itu. Basket adalah olahraga favorit dulu waktu saya di solo, bahkan ada kompetisi antar SMA disana. Bayu ini adalah tipe orang yang perhatian, menyenangkan, loyalitasnya tinggi dan suka mambantu orang lain. Sepertinya cewe adalah hal yang paling penting dalam hidupnya. Orang yang gemar sekali menggoda cewe, dan pacar adalah suatu keharusan baginya. Punya kemampuan mempengaruhi orang lain, menurutku bakat yang luar biasa.

Seperti kebanyakan teman-teman saya, setelah lulus SMK dia kuliah di ATMI solo. Dari informasi facebooknya, sekarang dia sudah berkeluarga dan bekerja di PT. Solo Murni.



DISKUSI:
         Kembali ke pertanyaan seperti judul pada tulisan saya kali ini. Adakah korelasi karakter seseorang saat SMA dengan profesinya saat dewasa? Ternyata dari data teman-teman saya hampir semuanya bekerja untuk sebuah perusahaan. Mereka semua menjadi pegawai. Mungkin memang ada dari teman-teman saya ini yang bakatnya kebetulan terpakai di tempat kerjanya. Misalnya seperti Dimitri yang komunikatif sekaligus dia jago berbahasa inggris, artinya dia punya kecerdasan berbahasa melebihi teman-temannya yang banyak berguna di perusahaan. Apalagi dia sekarang bekerja di perusahaan asing seperti Shclumberger yang berarti akan sangat mendukung karirnya. Lalu bagaimana dengan mereka yang sebenarnya punya bakat yang hebat di bidang tertentu tetapi tidak terpakai di pekerjaannya yang sekarang? Atau justru mereka belum menyadarinya hingga sekarang?

           Dari pengalaman saya pribadi, pada masa SD-SMP saya adalah siswa berprestasi yang selalu masuk tiga besar. Saku sekolah dikirimi oleh negara karena selalu mendapat beasiswa. Hal itu seperti berakhir setelah saya mencari sekolah SMA saat itu, pada beberapa tes kesehatan dokter menyatakan saya buta warna parsial. Dari rencana sebelumnya keluarga menginginkan saya menjadi dokter, kemudian karena saya buta warna parsial maka kemudian saya harus mengubah jalur saya ke bidang selain kesehatan. Orang yang mempunyai cacad mata buta warna parsial tidak boleh sekolah dibidang kesehatan seperti dokter. Maka kemudian saya terdampar di jurusan teknik dengan masuk ke SMK. Tidak ada semangat belajar sama sekali awal-awal saya disana, karena saya tidak menyukai materi-materi didalamnya. Hingga tiba pada sebuah mata pelajaran Gambar Teknik, disana saya seperti mendapat sesuatu yang baru. Hal itulah yang menumbuhkan rasa suka saya untuk pertamakalinya di dunia teknik. Saya sudah suka menggambar sejak saya balita, hanya saja keluarga saya tidak ada yg mendukung saya untuk mengasah bakat di dunia seni. Dahulu dunia seni dianggap remeh, semua orang ingin anaknya jadi PNS, sungguh memprihatinkan. Bahkan tidak jarang saat SMP gambar-gambar saya menghiasi mading sekolah. Apakah saya menyukai dunia teknik saat itu? jawabannya tidak, tetapi ada beberapa hal didalamnya yang saya suka, itu yang membuat saya bertahan hingga lulus. Bukti lain terlihat karena setelah lulus SMK saya kuliah D3 di jurusan yang berbeda yaitu mekatronika. Mekatronika saya anggap sesuatu yang baru meskipun masih dalam lingkup dunia teknik. Dan begitu seterusnya saya tetap melanjutkan sekolah saya tetapi dengan jurusan yang selalu berbeda. Saat ini saya sedang proses menyelesaikan pendidikan S2 saya di ITB yang masih di dunia teknik juga. Hal ini semata-mata saya lakukan karena S2 ini saya dapatkan gratis dari beasiswa. Dan saat ini saya merasakan bidang diluar teknik yang menurut saya lebih cocok dengan saya mulai terlihat seperti bisnis, psikologi, dan desain. Awalnya saya juga bingung, setiap saya ke perpustakaan atau ke toko buku saya tidak pernah berhenti di buku-buku teknik, tetapi selalu berhenti di buku-buku dengan tema seperti bisnis dan psikologi. Meskipun demikian apa yang sudah saya lakukan di dunia teknik tidak ada yang sia-sia, karena saat ini saya sudah mendapatkan tempat bekerja sebagai pengajar di sebuah kampus di jogja. Saya juga menikmati menjadi seorang guru, karena saya anggap guru adalah pekerjaan yang mulia, selain tentunya saya akan tetap sambil mengejar passion saya. Saya akan tetap menimba ilmu di dunia bisnis dan psikologi, dan kalau bisa akan membuat usaha dan bisnis dibidang itu.

Jadi buat sobat-sobat, jangan sampai sobat-sobat terlambat seperti saya dalam memahami passion. Pahami dengan teliti apa sebenarnya yang membuat sobat-sobat bahagia? Lakukan hal yang kamu dengan gembira melakukannya, maka seberat apapun hal itu tidak akan terasa. Ingat bahwa manusia itu unik, kita semua cerdas hanya saja dalam bidang yang berbeda. Kita harus tahu di bidang apa kita bisa melakukan suatu hal dengan sangat mudah dan gembira.

Salam Garuda!

XoNote

Comments

  1. jawabannya singkat ! tidak ada

    ReplyDelete
  2. apabila di runtut dari kejadian dan antara setiap kejadian, toh semua akan membawa pada tujuannya

    ReplyDelete
  3. Di negara tercinta kita ini pekerjaan masih segalanya gan, jadi hubungan karakter jadi banyak tidak berhubungan dengan pekerjaan. Rata2 diantara kita yang penting kerja dapet duit, tanpa memperhatikan apa itu passion, atau mengabaikannya.
    Belum ada budaya kejar passion gan, karena memang tingkat ekonomi rata2 penduduk kita masih rendah dibanding negara lain, sehingga kita cenderung mengabaikan passion dan yang penting kerja dapet duit, ga harus senang atau bahagia dengan pekerjaan kita hehehe....

    Maaf sobat-sobat jika ada salah pendapat whahahaha... CMIIW

    ReplyDelete
  4. Lulus SMK dia melanjutkan sekolah di ATMI solo, tiga tahun kemudian setelah lulus dia langsung bekerja di salah satu perusahaan tambang minyak besar Schlumberger. Hingga kini dia masih bekerja disana, dengan posisi yang sudah keren pula dan jangan tanya berapa penghasilannya sekarang

    ReplyDelete

Post a Comment