Pasar Seni ITB 2014

Minggu 23 November 2014, yah hari ini adalah hari dibukanya pasar seni ITB yang hanya diadakan setiap empat tahun sekali. Selama seminggu terakhir ini banyak kita para mahasiswa ITB yang membicarakan topik mengenai pasar seni ini. Tidak heran, karena hanya ada setiap empat tahun jadi umumnya para mahasiswa hanya akan melihatnya sekali selama mereka menjadi mahasiswa. Meskipun bagi mereka yang bisa menikmati pasar seni ini di awal tahun kuliah mereka, kemungkinan mereka nanti sebelum lulus masih bisa menikmatinya lagi, dan itu artinua dua kali. Hmmmm, dan ada satu lagi yang mungkin bisa menikmati pasar seni sebagai mahasiswa lebih dari dua kali yaitu mereka (maaf) yang telat lulus. Bahkan buat mahasiswa magister seperti saya banyak yang tidak bisa menikmatinya karena kita hanya kuliah disini selama 2-3 tahun saja. Dan beruntung saya ikut menikmatinya diakhir masa perkuliahan saya.


Logo


Sebenarnya minggu ini adalah jadwal pulang kampung ke Yogyakarta. Biasanya aku pulang hari kamis atau jumat, karena akan ada acara ini maka kemudian aku tunda. Walaupun biasanya aku nggak terlalu suka dengan keramean, apalagi ditambah dengan acara berdesak-desakan, tapi kali ini itu semua tersamar dengan rasa penasaranku tentang event langka ini. Sejak hari sabtu aku dan beberapa teman udah bingung buat jadwal berangkat bareng ke pasar seni. Sejak sabtu malam grup washlap sudah rame bunyi notofikasi chatting. Sepertinya semua sepakat untuk berangkat pagi-pagi, malah ada yang ngajakin sekalian lari pagi di Sabuga, huftt...aneh-aneh aja.

Yah, sabtu malam aku belum tidur hingga dini hari. Banyak pekerjaan yang belum selesai, terutama ini nih yang paling genting, buku thesis!. Waktu terakhir yang aku ingat sebelum terlelap adalah jam 3.15. 

Sayub-sayub terdengar cetang-cetung bunyi notifikasi dari washlap, dan seperti suara hujan deras. Udara tadi pagi memang cukup dingin di Bandung, sampai-sampai mau buka HP lihat washlap saja males. Akhirnya aku benerin posisi selimut dan melanjutkan mimpiku. Terasa belum lama aku tertidur terdengar lagi notifikasi washlap,kali ini lebih sering. Aku coba lihat jam, ternyata sudah pukul 10.05. Akhirnya aku putuskan untuk bangun, hujan belum berhenti tapi tidak sederas tadi pagi. Benar teman-teman sudah ribut pada nyari yang lain. Terlihat di chatting mereka saling menanyakan satu sama lain.

" Eh lo dimana, gwe udah didalem nih"
" eh iye, anjrottt rame bingit. Ga bisa napas gwe"
" Gwe di deket gedung LABTEK VIII ga bisa gerak ui"

Baca chatting mereka membuatku makin penasaran, tapi masih hujan. Jujur aku paling males kalau keluar harus nenteng payung huftttt,.....ribet!. Akhirnya aku bergegas beresin tempat tidur dan bersih-bersih kamar kos. Sebelum mandi aku masih sempatin buka TOP11 game pesbuk yang masih setia gw mainin, hehehe.....

Selesai mandi waktu sudah menunjukkan pukul 11.25, perut juga udah mulai lapar, maklum anak kos biar hemat aku ga pernah sarapan. Sempat tanya di grup washlap pada teman-teman apakah mereka masih disana, dan hampir semua belum pulang. Akhirnya aku putuskan buat beli makan dulu di dekat kos. 

Selesai makan ujan malah membesar, sambil nunggu hujan aku sambil nulis, lumayan nambah-nambah satu paragraf hehehe... Akhirnya hujan mulai reda kira-kira pukul 14.20 dan aku bergegas untuk berangkat ke pasar seni yang tidak lain tidak bukan berada di kampus. Udan dandan wangi, siapin kamera, dan juga tidak lupa bawa laptop kali aja bisa mampir lab. Berjalan ke gang depan dan nunggu angkot lewat. Tidak lama angkot yang aku tunggu udah datang, dan beruntungnya ga pake ngetem alias langsung capcussss. Sesampai di pertigaan sangkurian jalanan penuh, macet banget!. Sopir angkot kemudian bilang:
 " A', maaf ini tidak bisa lewat kita cuma sampai sini aja gpp ya a'? "
Aku jawab aja OK, karena memang macet banget. Sambil bayar  dua rebu aku keluar dan memulai perjalanan kaki ke arah kampus (masih jauh mennnn).

Awalnya aku pengin masuk lewat gerbang depan,tapi karena aku jalan kaki akhirnya tidak jadi. Aku memutuskan untuk lewat SBM karena lebih dekat dan memang sepanjang jalanan ITB itu macet semua, Biasanya seh aku lewat gedung oktagon, tapi damn! banyak police line disana. Banyak jalur-jalur yang ditutup, akhirnya aku lurus kebawah ke arah kolam. 


Jepretan pertama saat tiba dilokasi


Jepretan pertama ke arah panggung yang diatas, tp muup sobat-sobat sepertinya gambarnya kurang jelas. Maklum nih jepretnya sambil desak-desakan, Dari kolam aku turun lagi sampai ketemu jalan, dan akhirnya aku menyusuri area makanan dan kerajinan.


Di atas parit yang terhubung kolam di hiasi bambu dan tali


Di pohon-pohon dihiasi slambu seperti alat penangkap ikan yang diwarnai dan diisi pasir


Keramean di jalan yang aku lewati, deket LABTEK VIII



Mampir disalah satu warung yang jualan sepeda dari bambu


Sepanjang jalan itu ada satu stand yang membuatku berhenti yaitu sebuah stand yang jualan sepeda dari bambu. Memang tidak semuanya terbuat dari bambu, tepi menurutku cukup menarik. Setelah melewati stand sepeda aku memutuskan untuk mampir ke ruang KP BME yaitu ruang biasanya kita mangkal kl ngampus. Sekalian pengin ambil foto dari atas karena kebetulan ruangan itu berada dilantai tiga gedung labtek VIII. Belum dapat seperempat dari semua lokasi tapi sudah keringetan, lumayan lah ke ruang KP sekalian rehat bentar. Siapa tahu juga ada teman-temanku yang lagi disana juga.

Setelah sampai di ruang KP ternyata gembokan alias ga ada orang. Yauda lah aku buka gembok masuk langsung nyalain kipas angin yang ada didalam, hufttttt leganya. Kemudian aku memilih duduk di ujung didekat jendela, sambil sekalian buka jendela biar tambah sejuk.



Foto yang diambil dari lantai 3 gedung labtek 8

Keringat udah mulai kering, dan pegel dikaki juga udah mulai mereda. Akhirnya aku niat buat lanjutin perjalan mengambil kitab suci ke barat hehehe.... masih ada banyak lokasi yang harus diputerin nih. Meskipun tidak nemu temanku satupun ahhh gapapalah, lagian dijalan banyak bahan buat cuci mata. Tapi muuf sobat-sobat bahan cuci matanya gak aku jepret soalna takut anjingnya marah hehehe,....tapi bukan berarti hoax ya. Perjalanan aku lanjutin dengan jalan turun ke arah SR.


Hiasan di dekat tiang sebelahnya stand Kompas TV

Di bunderan arah kantin barak ternyata ada kompas TV, ramai sekali dikerumuni orang. Sepertinya sedang ada stand-up comedy. Ikut nonton bentar terus aku lanjut turun lagi ke arah gerbang depan ITB. Dari jauh terlihat dinosaurus besar, yah anda tidak salah memang ada dinosaurus besar disana.


Dinosaurus besar ditengah pasar seni ITB


Dari arah dinosaurus itu aku terus berjalan kearah kiri kearah gerbang depan. Menyusuri seluruh stand disekitar situ. Bukan untuk beli, tapi hanya menonton! wahahaha...


Keramean di perjalanan ke arah gerbang depan ITB



Hiasan kepala sapi unik di salah satu stand

Setelah sampai di gerbang parkir gerbang depan aku balik arah kembali ke arah dinosaurus lagi. Tapi kali ini aku ingin ke arah kiri yaitu ke arah fisika bukan jalan yang tadi aku lewati. Bagian sana belum aku jamah soalnya hehehe....


Dinosaurus dari arah depan


Masih sempat foto denah



Salah satu lukisan yang menyita perhatianku




Lukisan sederhana tapi menarik


Dari stand lukisan-lukisan aku lanjut muter melalui sebuah lorong yang terbuat dari ranting. Dari sana aku kembali ke titik awal aku datang lagi dan mengulang muter sekali lagi ke arah dinosaurus seperti rute yang pertama aku tempuh tadi.


Lorong dari ranting, menarik seh.

Jadi kl dihitung aku sudah muter ITB dua kali sampai ke dinosaurus lagi. Karena kaki udah mulai terasa capek dan waktu juga udah menunjukkan pukul 17.10 jadi aku berniat pulang ke kos. Aku akhirnya lewat parkiran motor teknik sipil. Disana tidak kalah ramai ada banyak stand juga, ada satu panggung, dan juga aku liat TRANS TV juga buka casting disana, yang antri ceweknya cakep2 wahahaha....


Panggung di deket parkiran teknik sipil yang aku maksud



Telur kayu, gak tahu isinya apa mau lihat antri males hehehe



Warung-warung di sepanjang jalan aku mau keluar dari ITB



Akhirnya aku keluar juga huaahhhhhhh leganya. Aku akhirnya nunggu angkot di depan bonbin. Seperti biasa angkot langganan Cisitu-Tegalega.


Nunggu angkot didepan bonbin


Setelah setengah jam nunggu angko cuma ada dua yang lewat itu pun penuh banget. Karena udah jam 18.00 akhirnya aku memutuskan untuk jalankaki aja. Akhirnya aku jalan dari bonbin sampai pertigaan sangkuriang hufftttttttt capekkkk mennnnnn....!! Untuk di sana ada mangkal angkot, yang tempat aku turun pas aku berangkat tadi lohh. Dengan keringat cur-curan aku naik angkot yang tinggal nunggu penumpang terakhir. Wuzzzzz akhirnya aku turun di Indomaret Cisitu lama dan mampir beli martabak manis disitu bentar lalu pulang kos. Tiba di kos langsung lempar tas dan taraaaaaaaaaaaaa tekapar sejenak sebelum mandi. Abis mandi akhirnya aku tuliskan kisah petualanganku seorang diri tadi di blog hehehehe....


Singkat cerita, terlepas menarik atau nggak tulisan ini, setidaknya udah lega bisa berbagi. Sampai ketemu di lain materi sobat-sobat....

Salam Garuda!






Comments