Diingatkan kesehatan lebih penting dengan sengatan kalajengking

Desember tahun ini adalah bulan terakhir hidupku di biayai Negara alias beasiswa sudah habis. Meskipun begitu bukan berarti aku harus menutup diri dari kehidupan sosial dan fokus untuk menyelesaikan kuliahku bukan? Dan memang benar ada banyak undangan pernikahan dari teman dan keluarga. Salah satu acara pernikahan adalah selasa 25 November 2014 yang masih saudara denganku, jadi sebisa mungkin aku akan berusaha untuk ada disana. Ditambah ada banyak pekerjaan di rumah yang harus aku selesaikan, jadi pulang kampung untuk datang ke undangan sekalian beresin pekerjaan. Sambil menyelam minum air, yah semoga tidak kebanyakan minum airnya yang mungkin bisa bikin aku malah tenggelam hahaha....

Sebelum natal aku harus sudah ujian thesis kalau tidak mau nombok biaya hidup di kota Bandung yang mahal. Padahal secara efektif banyak di sisa waktuku ini yang bakal dicuri untuk berbagai kepentingan diluar kampus hufttt....termasuk 25 november ini. Konsultasi terakhir dengan pembimbing masih ada sebuah data kalibrasi sensor yang harus aku selesaikan, artinya sebelum aku pulang kampung aku harus memastikan untuk ketemu pembimbing terlebih dahulu. Jumat 21 November aku sudah mangkal dikampus dari pagi untuk bimbingan. Alhasil nihil, dosen pembimbingku yang biasanya selalu mangkal dikampus dan paling mudah dicari hari itu tidak nongol. Akhirnya aku pulang dengan tangan hampa, rencana untuk pulang kampung minggu akhirnya aku tunda sampai senin malam. Hari senin aku sudah bersiap dari pagi jam 7.30 untuk berangkat ke kampus. Sampai jam 11 siang tidak ada tanda-tanda ruangan pembimbingku ada penghuni, akhirnya aku putuskan untuk SMS beliau. Seperti tersambar petir (halah), membaca jawaban pembimbing kalau beliau bisanya besok jam 10 pagi, alias selasa padahal tiketku senin sore untuk pulang kampung. Dengan sedikit membujuk akhirnya aku titipkan bahan bimbingan dan beliau menerima bimbingan melalui email, lumayan lega meskipun tidak puas.

Selasa jam 3.30 dini hari keluargaku sudah komplit menjemputku di stasiun Tugu Yogyakarta. Kita langsung berangkat ke Wonogiri ke tempat undangan saudara di adakan. Kita sempat mampir ke terminal Jatisrono untuk sarapan, pengin nostalgia sarapan pecel ragi disana. Agak menyecewakan, pecel ragi yang ada tidak seperti dulu, jauh lebih enak yang dulu. Raginya hanya berisi jeroan dan tidak ada daging sapinya, mungkin karena mahal dan tidak terjangkau untuk pelanggan disana. Sarapan selesai kita langsung menuju rumah kita dikampung yang sudah tidak terlalu jauh dari Jatisrono. Sampai rumah sudah jam 7.30 dan pengantinnya sudah berangkat ke KUA yaaaahhhhhh telat dehhh buat nonton acara ahad nikahnya. Akhirnya kita semua memutuskan mandi dan siap-siap untuk ke acara resepsinya.

Singkat cerita hari selasa itu kita habiskan di tempat resepsi hingga sore hari. Kita pulang ke rumah sudah jam 15.00 dan pekerjaan rumah sudah menunggu. Sehari sebelumnya yaitu senin aku sudah pesan banyak rumput dan tanaman untuk menyelesaikan proyek halaman yang tidak kunjung beres. Semua pesanan sudah sampai di rumah, 100 m2 rumput manilla, 20 m2 rumput gajah mini, bambu yang kecil-kecil itu lupa namanya apa dan beberapa jenis tanaman lain seperti ketepeng kencana.

Sore itu juga kita pasang pengumuman kepada seluruh keluarga untuk kerjabakti menanam rumput di halaman. Halaman kita luasnya sekitar 500 m2, disana kita pasang grassblock dan rencananya akan kita isi dengan rumput manila. Sore itu kita bekerja ramai-ramai menanam rumput hingga hampir jam 19.00 dan taraaaaaa kita baru menyelesaikan 10% dari total luas halaman. Akhirnya kita putuskan untuk menyelesaikannya esok hari yaitu hari rabu dengan mencari tambahan bala tentara.

Pagi itu kita sudah mulai bekerja dari jam 8.00, karena yang menanam rumput sudah ada banyak orang aku berniat untuk mencari lokasi menanam bambu. Rencana bambu itu memang mau aku gunakan untuk pagar pekarangan tetapi karena jumlahnya masih sedikit aku berniat untuk mengembangbiakkannya dulu. Setelah tahu ada lokasi yang cocok dengan membawa bibit bambu dan cangkul aku bergegas kesana. Mulailah aku mencangkul membuat kubangan untuk menanam bambu. Belum selesai satu kubangan saat kakiku pindah posisi tiba-tiba ngaassssssssss!!! rasanya seperti menginjak bara api. Spontan aku mengankat kaki dan melihat bagian yang panas, tidak ada tanda apapun kecuali warna kebiru-biruan. Sempat aku mencari-cari di area yang tadi aku injak dan tidak kutemukan apapun. Dalam hati takut kalau ular, karena didaerahku itu masih banyak ular beracun. Aku pencet-pencet daerah yang sakit di bagian jempol kakiku dan tidak ada darah keluar, agak lega artinya itu bukan ular, ah mungkin kelabang atau kalajengking.



Rasanya nyut-nyutan dan sangat nyeri, dan sepertinya rasa nyeri itu merambat naik ke pahaku. Sekitar 2-3 menit alhasil aku tidak bisa berjalan dan kuputuskan untuk duduk dulu disana. Seluruh kaki kananku seperti kaku dan rasanya sangat nyeri. Ndeprok deh akhirnya, sempat mencoba berdiri dan masih nyut-nyutan. Akhirnya aku nyatakan bahwa aku telah cidera akibat di backstab oleh kalajengking di kebun.

Setelah beberapa saat dengan terpincang-pincang aku kembali ke rumah dan menghubungi bidan terdekat ( ceweku kebetulan bidan). Akhirnya diberikan obat nyeri oleh si bidan cantik, dan karena banyak orang dirumah (yang bantuin nanam rumput) yang nyuruh supaya minta jampi-jampi ke tetua akhirnya aku ikuti. Aku minta di jampi-jampi oleh pakde Saman, dia adalah orangtua yang masih kerabat yang kebetulan bantuin nanam-nanam hari itu. Jadi dua metode pengobatan dilakukan medis dan magis waahahahaha....meskipun di kampus itu dianggap psudoscience tapi tidak ada salahnya kali dicoba lagian aku ngga rugi apapun hehehe...

Semangat membara yang dari kemarin berkobar akhirnya pupus, karena aku cidera jadi aku cuma bisa menjadi penonton hari itu. Rasa sakitnya disengat kalajengking yang udah berapa tahun yang lalu pernah aku rasain sekarang aku diingatkan lagi. Menyakitkan seh, tetapi itu mengingatkanku akan masa kecilku. Mbolang setiap hari berpetualang dari kebun sampai ke hutan di tanah kelahiranku Wonogiri.

Singkat cerita hari itu belum selesai juga menanam rumputnya, dan masih akan dilanjutkan hari berikutnya. Sorenya aku masih sempat datang ke rumah kerabat yang abis undangan. Ngobrol apa saja dengan saudara-saudara di kampung. Jam 11 malam akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke rumah, pengin istirahat niatku. Badan memang rasanya kurang bersahabat, sepertinya sedikit demam karena kecapean, ditambah cidera sengatan kalajengking yang belum sembuh juga. Jam sudah menunjukkan pukul 1.00 dini hari dan aku masih belum bisa tidur, tubuhku rasanya makin panas, gelisah dan berat. 

Pagi harinya demamku makin menjadi, dan sangat pusing di kepala. Padahal sorenya aku harus kembali ke Bandung.  Pagi itu bidan cantik datang ke rumah membawa thermometer, dan suhu badanku adalah 39,6 derajad, panas sekali. Diberikan beberapa obat, aku tidak tahu apa saja tapi salah satunya adalah paracetamol. Hari kamis itu tiket balik ke Bandung harus di cancel karena aku sakit, dan sorenya aku dipaksa untuk pulang ke Yogyakarta oleh ortu. Karena dikampung belum ada rumahsakit yang bagus, akhirnya aku setuju untuk pulang ke Yogyakarta saja. Sampai di Yogya sudah malam dan kita langsung mampir di RS Panti Rapih Yogyakarta, kita langsung ke UGD. Dokter bilang saya bisa saja terkena demam berdarah, tapi cek darah belum bisa dilakukan sebelum hari ketiga. Dan yang penting demam saya bukan karena racun kalajengking itu yang penting wahahaha.....akhirnya dengan diberikan beberapa jenis obat kita pulang kerumah di Yogyakarta,

Hari jumat sampai sabtu aku hanya bisa terbaring di tempat tidur, suhu tubuhku memang sudah membaik tetapi masih demam. Sabtu pagi suhu tubuhku masih berkisar 38 derajad celcius. Di email ada banyak pesan, mulai dari pembimbing sampai dari direktur di tempat kerja. Memang ada beberapa berkas surat yang harus aku kumpulkan ke kantor, tapi akhirnya surat-surat itu di antar ortku ke kantor. Dan tentang thesis, aku cuma bisa bilang maaf pada pembimbingku yang sudah sangat baik. Maaf karena aku sudah pergi terlalu lama, aku bilang setelah hari ketiga demamku turun aku langsung kembali ke Bandung.

Niat hati ingin menyelesaikan semua pekerjaan, tapi hampir seminggu justru aku tidak berguna dan hanya berbaring di tempat tidur. Terlalu!!

Sambil menyelam minum air, karena kebanyakan air yang terminum malah justru tenggelam. Yah ironis memang tapi itulah yang aku alami. Mungkin cerita ini tidak penting, tapi cobalah untuk menikmatinya, berbagi cerita itu indah kawan hehehe....

Akhirnya aku baru kembali ke Bandung hari senin siang, dan sampai di Bandung sore jam 19.00. Selasa 2 November aku langsung menghadap pembimbing, dan diskusi banyak hal tentang thesisku. Alhasil ada sedikit revisi naskah thesisku, dan sampai aku tulis cerita ini aku juga dalam tahap menyelesaikan revisi. Mohon doa sobat-sobat semua, semoga aku bisa ujian thesis dengan segera sebelum natal.

Satu hal yang bisa kita ambil setelah aku sakit,

"Kamu lebih membutuhkan kesehatan daripada karier dan kekayaan"

Untuk ber-karier dan bekerja kamu butuh sehat!! ingat itu.

Salam Garuda,



Comments