Get some, lose some !

Haloo sobat goblog,

Kesempatan kali ini saya akan bercerita tentang sedikit ke-galau-an saya secara pribadi. Akhir-akhir ini pikiran saya sering terganggu dengan beberapa kejadian berkaitan dengan sebuah kata yang di masyarakat kita sering di sebut sebagai nasib. Pernah tidak sobat-sobat mengamati orang-orang disekitar sobat-sobat? Mereka yang sudah berjuang keras tetapi hidupnya tetap tidak banyak berubah, mereka yang juara di kelas sewaktu sekolah tetapi kini menjadi kuli bangunan, mereka yang dulunya siswa pemalas tapi sekarang menjadi pengusaha sukses. Banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan prediksi kita secara umum, kemudian muncul kata terakhir untuk menjelaskan kejadian tersebut yaitu nasib. Maka kita akan banyak mendengar orang mengatakan ini,

La piye mas, wong wes nasib e...
Wong ki nek wes nasib e, ndelalah opo wae sing di dol kok payu wae...
Dasare nek wes nasib, mbok sakbendinane mung turu yo tetep dadi wong sugih...
Dasare mlarat arepe kerjo nganti asat kringete tetep mlarat...

Courtesy of google
Saya lebih suka melihat dari sisi lain dan bukan pasrah bahwa kejadian-kejadian ini adalah nasib yang sudah ditentukan. Tuhan menciptakan banyak hal berpasang-pasangan, ada gelap ada terang, ada menang ada kalah, ada mendapatkan ada kehilangan. Tuhan sudah berlaku sangat adil, jadi tidak ada orang yang benar-benar sukses atau orang yang benar-benar gagal. Kita terlahir dengan jumlah coin yang sama, tergantung kita mau menukarnya dengan apa :)

Apa yang kita alami yang sering kita sebut nasib adalah buah dari apa yang kita tanam yaitu pilihan. Setiap pilihan yang kita putuskan akan mempengaruhi kehidupan kita. Istilah lain yang saya sukai adalah opportunity cost, setiap pilihan ada harganya. Anda memilih untuk melanjutkan kuliah, maka opportunity cost -nya mungkin anda akan kehilangan kesempatan kerja dan harus membayar biaya kuliah. Anda memilih untuk kerja part time selama kuliah maka opportunity cost -nya mungkin anda tidak akan bisa lulus cumlaude. Hal pentingnya adalah saat anda mendapatkan sesuatu maka pasti anda akan kehilangan sesuatu. Ingat! kita lahir dengan jumlah coin yang sama, dan tidak ada coin ekstra :)

Saat anda memutuskan untuk kerja sampingan selama kuliah dan anda kalah dengan teman sebelah yang lulus cumlaude, bukan berarti anda kalah dalam kehidupan. Anda mungkin mendapatkan hal berharga yang tidak didapatkan teman sebelah yang lulus cumlaude. Anda mungkin mendapat lebih banyak teman, pengalaman, dan kesempatan untuk melihat langsung dunia kerja. 

you get some, you lose some!

Terus bagaimana penjelasan si Malas yang jadi pengusaha sukses tadi?
Hal pertama yang harus kita pahami adalah jangan menyamakan malas dengan bodoh. Mungkin si Malas hanya mager (males gerak) saja, tetapi mungkin dia berfikir lebih keras daripada kita. Saat kita sibuk mengerjakan tugas si Malas yang terlihat malas sedang sibuk memikirkan sesuatu yang besar di kepalanya. Karena malas atau terlihat malas, dia tidak mendapatkan perhatian pengajar, alhasil nilainya jelek. Sudah rahasia umum bahwa untuk mendapatkan nilai baik anda harus mengerjakan perintah pengajar. Hal yang memprihatinkan adalah terkadang mengerjakan hal yang benar tetapi tidak sesuai perintah pengajar bisa dianggap salah. Bahkan sampai saat ini sistem pendidikan kita masih dipertanyakan kualitasnya. Si Malas mungkin tidak terlalu peduli dengan nilai jeleknya, tetapi mungkin dia menyimpan segudang ide di kepalanya. Dan hari ini kita semua tahu bahwa kreatifitas jauh lebih mahal dibanding sekedar rajin dan menjalankan perintah. Sekarang kita jadi sedikit memahami bukan kenapa si Malas menjadi pengusaha sukses yang memperkerjakan lebih dari 100 orang karyawan.

Sebagai anak tunggal teman-teman saya menganggap saya lebih kaya (baca: banyak warisan) dibanding mereka. Saya kesulitan menjelaskan get some lose some pada mereka, bahwa sebenarnya mereka punya banyak hal yang lebih berharga yang saya tidak punya. Saat kita dewasa, makin dewasa, dan beranjak tua saya akan menanggung keluarga saya sendiri, tetapi mereka tidak. Saat saya mungkin terjatuh dalam karir dan pekerjaan saya tidak akan ada yang membantu saya, tetapi mereka punya 2, 3, atau 4 saudara yang siap memberikan uluran tangannya. Kita terlahir dengan jumlah coin yang sama bukan :)

Menyadari get some lose some ini sangat penting. Dengan memahami get some lose some maka sebenarnya kita belajar untuk bersyukur. Kita belajar untuk memahami bahwa tidak ada orang yang terlahir dengan coin ekstra. Terkadang kita menang, terkadang kita kalah mendapat pelajaran.

Courtesy of google


Semoga sedikit tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. Mari kita sama-sama belajar memahami bahwa tidak ada manusia yang terlahir dengan coin ekstra :)





Comments