Benarkah Mereka Orang-Orang Terdekat Kita??

Haloo sobat goblog,
Sudah lama ya xonote.net tidak menulis materi diskusi yang agak seriusan. Akhir-akhir ini malah tulisan di xonote.net lebih di dominasi dengan konten game online terutama Tantra Online. Ya tidak perlu heran karena memang salah satu kegiatan dan pekerjaan xonote.net adalah membangun server privat untuk komunitas player tantra Indonesia. Yap..benar xonote.net adalah GM disana.

Kesempatan kali ini saya akan tulis tentang "sahabat", tentang orang-orang disekitar kita yang kita anggap dekat dengan kita. Mereka yang menurut penilaian kita yang kepedean ini adalah orang-orang yang peduli dengan kita dan akan selalu ada untuk kita ciee....ileehhh..

Beberapa waktu yang lalu saya membaca tulisan yang cukup menarik. Ada dua artikel yang berisi mirip dan membahas hal yang sama yang saya baca. Sayangnya saya lupa alamat artikel tersebut dimana, tetapi sudah coba saya cari lagi dan tidak ketemu.

Pada tulisan pertama, kalau saya tidak salah ingat membahas tentang seorang gadis yang ingin melihat seberapa sayang orang-orang yang dia anggap dekat dengannya. Gadis itu berpura-pura bangkrut dan membuat skenario meminjam uang ke 10 orang yang dianggapnya dekat dan peduli dengannya. Menurut yang dituliskan tidak ada satupun yang memberikan pinjaman padanya, dia bahkan hampir tidak percaya dengan penelitian kecilnya itu.

Arti sahabat - Thanks to Google

Pada tulisan kedua, si penulis sepertinya juga sudah membaca tulisan pertama yang saya baca tersebut. Karena pada awal tulisannya dia menceritakan tulisan yang sama. Kemudian penulis pada tulisan kedua ini penasaran dan memutuskan untuk ikut melakukan skenario iseng hanya ingin tahu seberapa dekat orang-orang yang dia anggap dekat dan peduli dengannya. Dia melakukan hal yang sama pada 9 orang sahabatnya dan ternyata 2 orang diantaranya bersedia bahkan sangat baik untuk meminjamkan uang padanya.

Dari kedua tulisan yang saya baca tersebut saya jadi ikutan tertarik. Jangan-jangan selama ini saya hanya kepedean saja merasa punya teman-teman yang super baik dan sangat peduli dengan kehidupan saya. Sepertinya tidak ada salahnya melakukan ujicoba seperti yang dilakukan penulis pada tulisan-tulisan yang saya jelaskan tadi.
***

Kita semua sering mendengar, dalam berteman sebaiknya kita jangan membeda-bedakan teman dan mau berteman dengan siapa saja. Maknanya terdengar sangat bijak, tetapi sekarang saya tidak setuju dengan pernyataan tersebut, berteman yang benar memang kita harus memilih dan selektif.

Saya kemudian ikut melakukan penelitian kecil untuk mengetahui benarkan mereka yang kita anggap sahabat kita, yang kita anggap akan mau membantu kita saat kita kesusahan, dan yang kita anggap sahabat sejati benar seperti dugaan kita.

Skenario yang saya gunakan adalah saya sedang prihatin (baca: irit) karena akan merintis usaha baru. Dalam usaha baru tersebut saya butuh sebuah mobil bekas karena usaha tersebut adalah foodcar/foodtruck. Saya mendapatkan tawaran mobil bekas yang tergolong murah, tetapi duit saya kurang. Jadi saya butuh pinjaman uang untuk bisa membeli mobil tersebut, kalau tidak segera saya beli mobil tersebut mungkin akan segera laku ke orang lain.

Singkat cerita saya mencoba menghubungi 10 orang yang saya anggap dekat dengan saya, campur didalamnya tidak hanya sahabat saja tetapi juga saudara. Saya menghubungi mereka dengan WhatsApp atau WA dengan meminta bantuan untuk meminjam uang 5 juta rupiah dan saya berjanji akan saya kembalikan dalam waktu kurang dari 2 bulan. Orang-orang yang saya mintai bantuan ini sepertinya tidak akan kesulitan dengan uang 5 juta.


  1. Orang pertama adalah sahabat (setidaknya saya anggap begitu) sejak kita SMP dulu. Sebenarnya ini bukan minta pinjaman seh tetapi lebih tepatnya nagih tetapi dengan cara halus. Karena dulu pernah orang ini butuh bantuan beberapa kali tidak cuma sekali dan saya bantu dia dengan akumulasi jumlah yang lumayan dan sampai sekarang tidak ada kejelasan alias PHP. Saya WA bahwa saya sedang butuh pinjaman 5 juta dan saya ceritakan sesuai skenario.

    Hasilnya adalah WA saya tidak dibaca, dan dibalas kemudian hari katanya dia bisa membantu dan menanyakan rekening saya. Dia bilang akan transfer 3 hari lagi, dan sobat tahu sampai sekarang tidak ada transferan masuk hehehe... ya sobat goblog sudah tahu kan jawabannya.
  2. Orang kedua ini adalah saudara sepupu. Dia adalah pengusaha mie ayam yang lumayan sukses di kampung saya hehehe...Artinya uang 5 juta seharusnya seh itungannya receh lah. Saya WA dan saya ceritakan seperti skenario.
    Jawabannya adalah "Sorry bro, tabungan lagi kosong. Coba tanya ke....."
  3. Orang ketiga adalah teman kuliah, masih bujang dan sudah bekerja. Dugaan saya kl di tabungan sepertinya kalau hanya 5 juta pasti ada toh bujang belum banyak kebutuhan. Saya sms dan saya ceritakan sesuai skenario.
    Jawaban: " ga ada uang cash blass bro, uang habis buat ini buat itu......"
  4. Orang keempat jawaban: " Wah kamu baru sekarang bilangnya bro, uangku sudah terlanjur dipakai buat beli motor minggu lalu, sorry ya..."
  5. Orang kelima jawaban: " Uangku banyak di pinjem si A boss, coba tagihin kalau dapet pakai aja dulu"
    Jawabannya ini saya anggap tidak mau membantu, masa saya suruh nagihin ke orang dulu hadehh..
  6. Orang keenam tidak dibaca, baru dibalas seminggu kemudian dan bilang tidak ada uang.
  7. Orang ketujuh ini saya sudah mulai pesimis, orang ketujuh ini adalah rekan kerja. Ya kenal dan sering bareng di tempat kerja saja. Sebenarnya belum bisa dianggap dekat banget, tetapi tidak ada salahnya saya coba.
    Saya WA sesuai skenario, kemudian dijawab: " Wah kalau 5 jt ga ada, adanya 3 juta"
    Akhirnya ada juga orang yang baik, kemudian percakapan kita lanjutkan dan uang 3 juta tersebut di transfer ke rekening saya.
  8. Orang kedelapan ini adalah saudara sepupu lagi (maklum saya anak tunggal jadi saya tidak punya saudara kandung hehehe...). Bukan mau mengungkit masa lalu dan mengharapkan balas budi, tetapi dulu waktu dia bangun rumah saya ikut bantuin juga.
    Jawabannya: " Masa seh kamu uang segitu aja minjem, ajku lagi ga ada ini maaf ya..."
  9. Orang kesembilan adalah teman waktu sekolah di SMK dulu.
    Jawaban: " Aku habis ambil mobil baru bro, uang habis buat DP maaf ya.."
  10. Orang terakhir, sebenarnya saya sudah pupus harapan tetapi untuk menggenapi data saya yauda deh saya coba cari satu orang lagi.
    Jawaban: " Ada bro 5 jt tapi bukan uangku nih, uang koperasi. Kalau mau bisa aja ambil tp kayanya berbunga dikit"


Dari 10 orang yang saya anggap dekat dan mampu untuk memberikan pinjaman hanya 1 dari 10 orang yang mau memberikan bantuannya. Saya sebenarnya cukup tidak menyangka dengan jawaban-jawaban yang saya dapatkan.
Btw, terimakasih nomor tujuh sudah menjadi teman yang baik....sepertinya kamu memang punya jiwa yang lebih baik dibanding yang lain. Semoga kelak kamu menjadi orang besar...

Dari hal kecil ini ada pelajaran penting yang bisa kita dapatkan. Terkadang orang yang benar-benar baik dan peduli dengan kita itu justru tidak terlalu terlihat oleh mata kita. Dari hasil yang saya dapatkan kebanyakan dari orang-orang yang saya anggap dekat dengan saya ternyata hanya dekat dalam kesenangan dan tidak pada saat saya kesusahan.

Owh iya mobil yang akan saya beli dalam skenario itu sudah saya beli beneran. Ini penampakannya hehehe....cek dibawah! Masih menunggu desain cemerlang untuk diwujudkan menjadi foodcar ala transformer. Amin.

Calon foodcar hebat hehehe...

Bagaimana dengan sobat goblog? apakah perlu sobat juga melakukan ini? Hehehehe....
Jangan terlalu kepedean bahwa sahabat-sahabat anda baik terhadap anda, karena kenyataannya belum tentu demikian. Jika ingin mencoba, pesan saya jangan baper ya...

Semoga tulisan ini bermanfaat...










Comments